Pertanyaan Yang Paling Sering Dilontarkan Orangtua Seputar Test IQ Balita

Pertanyaan Yang Paling Sering Dilontarkan Orangtua Seputar Tes IQ Balita

Kita sering mendengar kata IQ, Intelegencia Quotient atau Kecerdasan Intelegensia, tetapi belum banyak yang kita ketahui tentang aspek-aspek di seputar Tes IQ – sebuah tes untuk mengetahui tingkat kemampuan umum seseorang, yang digagas ilmuwan bernama Sir Francis Galton. Khususnya tentang tes IQ untuk balita. Apa yang dilakukan para penguji? Apakah sama dengan tes IQ orang dewasa saat masuk kerja? Apa manfaatnya baik bagi balita maupun orangtua? Atau, bagaimana sikap terbaik orangtua saat menerima hasil tes? Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dilontarkan orangtua seputar Tes IQ Balita.

APA MANFAAT TES IQ BAGI BALITA?
Dengan mengetahui IQ balita Anda, secara dini Anda dapat:
Mengetahui jenis sekolah terbaik baginya

Mengetaui apakah anak Anda telah bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai tingkat kemampuannya

Mengetahui jika ternyata anak terbebani oleh tuntutan-tuntutan yang dapat membahayakan secara emosi

Mengetahui jenis karir yang pantas dipersiapkan untuk anak Anda

Dengan benar mengetahui anak Anda

MENGAPA SEBAIKNYA ORANGTUA BERSIKAP TERBUKA PADA TES IQ?
Untuk kepentingan anak-anak, orangtua seharusnya tidak boleh mundir dan patah semangat dalam usaha mencari yang terbaik buat mereka. Teruslah berisaha mencari fakta-fakta tentang anak-anak Anda, dan perolehlah informasi sebaik mungkin untuk digunanakan dalam cara yang paling produktif dan berguna bagi anak-anak Anda.

BAGAIMANA SIKAP KITA JIKA HASIL TES IQ BALITA SANGAT TINGGI ATAU SEBALIKNYA, SANGAT RENDAH?
Yang terpenting adalah jangan secara bulat-bulat menyandarkan diri pada tes itu, tapi jadikanlah itu untuk merangsang Anda mencari nasihat dari orang yang ahli. Dengan persistensi dan usaha terus-menerus Anda akan menemukan seorng ahli psikologi yang akan men-tes anak Anda dan memberi Anda, bukan saja hasilnya tapi juga suat penilaian dan penafsiran yang realistis.

KECERDASAN INTELEGENSIA, APAKAH ITU?
Kecerdasan Intelegensia (IQ) adalah kesanggupan mendeteksi, mengartikan, menyimpan, menyusun dan memproses tanda-tanda (signals) yang timbul di alam sekitar dan diri sendiri, dan mengubah serta menghasilkan itu semua menjadi suatu pola-pola instruksi yang optimal. Optimal artinya memberi hasil paling menguntungkan bagi individu atau kelompok di mana intelegensia itu bekerja. Secara sederhana, intelegensia adalah proses penggunaan informasi untuk keuntungan individu atau sistem-sistem.

BERAPA NILAI IQ BALITA PADA UMUMNYA?
Kita menggunakan dua jenis skore IQ, yaitu IQ Cattel dan IQ Wechsler.
Skore 100 adalah nilai IQ rata-rata anak-anak, dimiliki oleh sekitar 68% dari populasi. IQ 90 atau lebih rendah mengindikasikan kemampuan intelegensia yang rendah, hingga titik imbisil (20-50),atau moran (0-20). Nilai di atas 120 menunjukan intelegensia yang tinggi, berbakat (140 ) sampai genius (160-170), yang hanyadi miliki 2% populasi.

BAGAIMANA IQ BALITA DIUKUR?
Yang diuji adalah kemampuan umum. Penguji menggunakan sejumlah tes yang berlainan, setiap tes dimaksudkan untuk memeriksa aspek tertentu dari kemampuan umum. Misal, ada tes kemampuan mengolah angka-angka, tes verbal untuk menggunakan kata-kata dengan tepat dan baik, tes-tes untuk mengukur kemampuan membuat keputusan yang rasional berdasarkan fakta-fakta, dsb. Koleksi tes itu dinamakan Deretan Tes. Hasil akhir adalah suat ringkasan yang mengukur atau menyatakan kemampuan sesorang menguasai menguasai semua spectrum tes secara keseluruhan.

SEPERTI APA TES ITU?
Antara lain tes berbentuk pertanyaan. Ada dua tipe tes, pertanyaan tertutup (Misal, ”Manakah dari bintang ini hewan yang menyusui dan hidup di dalam laut? Beruang laut, ikan lumba-lumba, ikan hiu”) dan pertanyaan terbuka (Misal, ”Sebutkan bintang menyusui yang hidup di laut”)

Ada juga tes gambar-gambar, misal: ”Dari 3 kotak di bawah ini, makna yang tergolong binatang? (pilihan gambar; burung, ikan,bintang) . Lalu, apa makanan binatang tersebut?

BAGAIMANA TINGKAT KESULITANNYA?
Materi untuk tes balita umumnya menggunakan materi tes untuk rentang usia 3-6 tahun. Artinya, setiap anak usia 3-6 tahun dites dengan materi sama. Yang membedakan apakah seorang anak memiliki IQ tinggi adalah, jika di usia aslinya (Umur Kronologis atau UK) dia bisa menyelesaikan dengan benar tes-tes yang dibuat untuk ukuran usia lebih tinggi. Misal, anak usia 4 tahun bisa menjawab tes untuk anak usia 6 tahun. Kemampuan ini disebut Usia Mental (UM).

KIRA-KIRA BAGAIMANA RUMASAN PENGHITUNGAN IQ?
Berdasarkan jawaban pertanyaan di atas, secra sederhana kita membuat rumusan penghitungan IQ (masih merupakan score mentah) sbb:

IQ = UM X 100*
——————–
UK

*Dikalikan 100 untuk menghindari pemakaian desimal.

APAKAH SKOR IQ BISA BERUBAH?0
Bisa, anak-anak cenderung mendapatkan skor mentah yang semakin tinggi seiring bertambahnya usia mereka. Tetapi ada kemungkinan skore menurun pada usia 15-17 tahun. Pada orang dewasa skore biasanya statis. Skore pasti menurun pada usia 70 tahun. Anak lelaki mengalami kenaikan hasil tes lebih sering daripada anak perempuan. Anak dari golongan menengah lebih sering mendapat kenaikan hasil tes daripada golongan lain. Selain itu, kadang terjadi juga hasil tes berubah karena factor kesalahan tes.

APAKAH ANAK-ANAK BISA DILATIH UNTUK MENGHASILKAN SCORE TINGGI?
Bisa, tapi hanya untuk kenaikan terbatas. Latihan atau praktek untuk memperbaiki score secara bertahap bisa memperbaiki 6 sampai 7 point, sesudah itu tidak ada kenaikan atau perbaikan terjadi.

MANA LEBIH BAIK, TES PERSEORANGAN ATAU TES KELOMPOK?
Tes perseorangan lebih bisa dipercaya dan hasilnya lebih konsisten. Tes perseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk menemukan bakat-bakat tersembunyi. Dalam tes perorangan, pelatih juga lebih mungkin untuk mengamati anak, menenagkannya, dan mendorongnya untuk melakukan tes itu sebaik mungkin.

APAKAH BALITA MUDAH TERGANGGU SAAT MENJALANI TES?
Ya, gangguan-gangguan kecil seperti sakit kepala, batuk, masuk angin, membuat perbedaan-perbedaan kecil tapi berarti dalam score tes. Bagi balita, pemilihan waktu tes sangat penting, begitu pula suasana ruangan tes dan sikap penguji.

JIKA ANAK TIDAK SERIUS DALAM MENJALANI TESNYA, BISAKAH KITA TAHU?
Beberapa anak memang tidak termotivasi mengerjakan tesnya dengan sebaik dan semampunya. Ini mungkin karena tidak ada perhatian atau adanya gangguan lingkungan sebelum tes. Jika hal ini terjadi, sebaiknya orangtua mencari waktu lain untuk melakukan tes, yaitu pada saat anak lebih siap, karena percuma jika dipaksakan saat itu. Orangtua mengetahui kapan anaknya lebih siap, lebih baik ketimbang guru atau penguji.

Untuk menghindari hal ini terjadi, semangati anak melakukan tesnya dengan semangat bersaing seperti dalam permainan. Jangan melakukan tes terlalu serius sehingga anak cemas dan takut.

BAGAIMANA SUASANA TES YANG BAIK?
Tempat tes harus tenang dengan penerangan ventilasi baik. Sebaiknya tidak bercampur dengan anak lain.Buat suasana agar tes lebih seperti permainan “cerdas tangkas” atau quiz”, atau “tebak-tebakan” ketimbang ujian. Beri pengarahan agar anak mengetahui dan mengerti apa yang akan ia hadapi.

Lakukan tes dengan jumlah pernyataan sesuia usia anak. Jika anak tidak melakukan tes dengan baik dan tampak patah semangat, beri dia dorongan untuk menjawab, tetapi jangan menekan anak dengan pertanyaan bertubi-tubi. Jika anak merasa pertanyaan terlalu sukar, lewatkan dulu sampai dia menyelesaikan pertanyaan yang menurutnya lebih mudah, setelah itu kembali ke pertanyaan sukar. Bersabarlah dan beri anak motivasi positif, tetapi hati-hati jangan beri petunjuk jawaban kunci atau yang bisa mempengaruhi anak. Cukup ulangi saja pertanyaannya. Jika anak memberi jawaban salah, terimalah tanpa komentar. Tetapi tetap beri anak kesempatan jika ingin memperbaiki jawabannya.

APAKAH ADA BUKU-BUKU UNTUK TES IQ DI RUMAH?
Ada, buku-buku macam ini telah tersedia di toko buku, baik untuk balita maupun anak yang lebih besar. Baca pengantar dan petunjuknya sebelum melakuakn tes IQ sendiri pada anak di rumah. (BOD/dari berbagai sumber)

About these ads
By wanita_indonesia

2 comments on “Pertanyaan Yang Paling Sering Dilontarkan Orangtua Seputar Test IQ Balita

  1. Trimakasi infonya. Oya, anak perempuan saya usia 6 tahun 10bln br sj mengikuti psikotest dan hasilnya 150 point. Saya ingin bertanya, u ank2 seusianya standar rata2 IQnya brapa? Lalu dgn hasil Ɣªήğ di dapat, ada tips tdk u/ sy dapat mengarahkan dn mengembangkan potensi Ɣªήğ dimiliki putri sy.trimakasih.

    • Dear Mz. Indri,
      Wow…IQ anak anda sangat tinggi sekali. Saya ucapkan selamat.
      Dari beberapa Reference yang belaku di dunia menyatakan bahwa tingkat IQ bisa di kalisifikasikan sebagai berikut :
      140 dan lebih dari Genius atau jenius dekat
      120-140 Sangat unggul intelijen
      110-120 Unggul intelijen
      90-110 Normal atau rata-rata kecerdasan
      80-90 kebodohan
      70-80 Borderline defisiensi
      Di bawah 70 Pasti lemah pikiran

      Reference : Berk, L.E. (1997). Child Development, 4th ed. Toronto: Allyn and Bacon.

      Bukan mustahil bila anak kita memiliki berbagai kecerdasan sekaligus. Jadi, berikan anak kita kesempatan untuk melakukan sebanyak mungkin kegiatan yang bervariasi, sehingga dia akan menemukan kegiatan yang paling sesuai untuk dirinya. Tetapi perlu diperhatikan juga didalam mengembangkan IQ anak harus terdapat keseimbangan dengan EQ (kecerdasan emosi). IQ tinggi yang dimiliki oleh anak, tidak akan berkembang dengan baik dalam kehidupan sosialnya apabila tidak didukung dengan EQ yang bagus. Daniel Goleman (1999), mengemukakan bahwa kecerdasan emosi atau EQ merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain,
      kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Jika kita tidak yakin mengapa EQ menjadi sebegitu pentingnya bagi perkembangan dan kehidupan anak, coba lihat sekeliling kita. Pernahkah kita menemui orang yang
      sebegitu pandainya tetapi dalam kehidupan sosial ia justru tampak jauh tertinggal. Jangankan teman baik ataupun membangun relasi dan network, untuk berinteraksi
      dengan orang lain pun sepertinya adalah hal yang aneh baginya. Sayangkan, kepandaiannya menjadi sia-sia belaka.
      Sebagai orang tua, perlu kita sadari jika si anak cukup cerdas emosinya, maka kemungkinan ia untuk hidup bahagia dan sukses akan terus meningkat. Kami ingin berbagi beberapa cara untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak kesayangan kita.

      1. Beri contoh Teladan
      Anak sudah pasti akan meniru segala apa yang dilakukan orang tuanya. Mereka mencontoh cara kita menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dalam hidup.

      2. Jangan ragu berkata TIDAK
      Mengucapkan kata tidak atau menolak apa yang dimintanya akan membuat ia belajar untuk mengatasi kekecewaan dan mengontrol emosinya sendiri. Kebiasaan mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah tidak akan membuatnya
      bahagia, malah akan membuatnya lemah dan manja. Tapi ingat, jangan berlebihan dan terlalu pelit untuk bilang IYA.

      3. Ajari Tanggung Jawab
      Ajari anak kita untuk bertanggung jawab sejak dini. Anak yang terbiasa melaksanakan tugas rumah tangga sejak dini akan cenderung lebih bahagia dan sukses saat dewasa. Ini dikarenakan ia telah dibiasakan untuk menyadari keberadaan dan perannya yang sangat penting dalam keluarga.

      4. Awas Pengaruh Media
      Jangan biarkan anak kita dibesarkan dan diatur oleh media. Biarkan ia bermain dengan bebas, dan jangan biarkan ia menghabiskan lebih banyak waktunya di depan layar televisi atau komputer. Justru bermain dengan bebas di luar bersama teman – temannya, ia akan mengembangkan ketrampilannya, menyelesaikan masalah dan kreativitasnya dengan baik.

      5. Jangan Hanya Menjadi Juri
      Belajarlah untuk mengenali perasaan tanpa harus memberikan penilaian. Misalnya, jika anak menangis, tanyakan padanya mengapa merasa sedih. Ini akan lebih efektif dibanding dengan menyuruhnya berhenti menangis. Justru dengan menekan apa
      yang dirasakannya malah akan membuat perasaan tersebut terpendam dan mengerak.

      6. Pandangan Positif
      Apa yang kita pikirkan adalah apa yang nantinya akan terwujud nyata. Jangan berpikiran negatif bahwa ia adalah sosok anak yang nakal, karena ia akan menjadi seperti yang ada dalam pikiran kita nantinya. Kembangkan kecerdasan si kecil dengan
      menganggapnya dan berpikiran positif bahwa ia adalah sosok yang luar biasa dan mampu mengatasi masalahnya.

      Semoga bermanfaat : by andrizalenin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s